Jumat, 29 Agustus 2014

DINKES DEIYAI FOKUS SIAPKAN SDM DAN SUKSES

 
 Editor: kasasar Papua Timipotu Mote
dr.Januarius Mote, Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Deiyai (Jubi/Markus Youw)

Surabaya, 14/8 (Jubi) –  Pengembangan Sumber Daya  Manusia (SDM) Kesehatan dan penyiapan  Fasilitas Kesehatan (Faskes) merupakan dua dari beberapa program pembangunan yang difokuskan oleh Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Deiyai.

Hal ini  disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Deiyai,  dr. Januarius Mote  ketika wartawan tabloidjubi.com menghubunginya melalui telepon seluler, Rabu (14/8).
“Untuk SDM, kami kuliahkan petugas kesehatan  yang selama ini  bekerja di lapangan. Mereka kuliah Diploma Tiga Kebidanan dan Keperawatan di Waghete, jadi kampusnya yang  kita hadirkan di daerah, supaya  mereka tidak keluar daerah karena dampaknya nanti  tidak ada petugas lagi  untuk layani pasien,” tutur dokter Yan.
Kampus tersebut, kata dia, kerjasama Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura. “Tahun 2012 kami ambil kebijakan dan didukung oleh penjabat  bupati, kami hadirkan kampus, buka program khusus Pemda Deiyai  di Waghete. Sekarang mahasiswa sedang  kuliah semester tiga. Selama satu bulan  kemarin mereka sudah praktik klinik kebidanan dan  keperawatan di RSUD Paniai,” ungkapnya.
Penarikan 72 mahasiswa  peserta Praktik Klinik Keperawatan/Kebidanan (PKK) I yang berakhir hari Rabu (07/08) sore, dilakukan  dalam upacara penutupan di halaman RSUD Paniai. Pada  semester lalu, mereka juga  mengikuti praktik laboratorium di RSUD Nabire.
Sedangkan penyediaan fasilitas  kesehatan sudah dimulai sejak  tahun anggaran 2010. Selain  pengadaan alat-alat medis dan obat-obatan, juga pembangunan fisik berupa Puskesmas  Perawatan, Puskesmas, Puksesmas Pembantu, Polindes, Posyandu, Dinkes Deiyai dibawah kepemimpinan Dokter Januarius Mote melengkapi  fasilitas kesehatan, termasuk membangun  gedung laboratorium, gedung administrasi, RSUD Persiapan, Kantor Dinas, perumahan dokter  dan petugas medis.
Terobosan  yang dilakukan itu dinilai sangat tepat. Tak hanya  oleh para petugas lapangan, staf dinas  dan komponen masyarakat pun  melihat itu suatu kemajuan luar biasa di daerah  yang baru dimekarkan dari  Kabupaten Paniai pada tahun 2009 itu.
Salah  satu mahasiswi Kebidanan pada Progsus  Pemda Deiyai Poltekkes Kemenkes RI Jayapura, Martha Tatogo juga mengungkapkan hal yang sama. Kata dia,  kebijakan dari Kepala Dinkes sekaligus Ketua Pengelola Kampus itu sangat membantu pengembangan keahlian para  petugas kesehatan baik bidan maupun perawat. “Kami kuliah ini  untuk menambah pengetahuan, dan ini sangat membantu  kami dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata Martha Tatogo, petugas Puskesmas Tigi-Wakeitei.
Jumlah  mahasiswa pada  angkatan pertama adalah 72 orang, terdiri  dari 45 orang perawat, dan 27 orang bidan. Mereka saat ini sudah  semester tiga.  Proses perkuliahannya  dilangsungkan di salah  satu gedung milik Puskesmas Tigi.
Sementara itu, faktor medan yang sulit untuk  menjangkau dua distrik terjauh (Bouwobado, Kapiraya) dan beberapa  kampung terpencil serta segala   keterbatasan baik anggaran maupun  tenaga medis, namun pelaksanaan pembangunan  bidang Kesehatan di Kabupaten  Deiyai selama tiga tahun ini dinilai  berhasil. (Jubi/Ones Madai)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan dikomentarkan pendapatmu oleh siapa pun