Editor: kasasar Papua Timipotu Mote
dr.Januarius Mote, Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Deiyai (Jubi/Markus Youw)
Surabaya, 14/8 (Jubi) – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan dan penyiapan Fasilitas Kesehatan (Faskes) merupakan dua dari beberapa program pembangunan yang difokuskan oleh Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Deiyai.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Deiyai, dr. Januarius Mote ketika wartawan tabloidjubi.com menghubunginya melalui telepon seluler, Rabu (14/8).
“Untuk SDM, kami kuliahkan petugas kesehatan yang selama ini bekerja di lapangan. Mereka kuliah Diploma Tiga Kebidanan dan Keperawatan di Waghete, jadi kampusnya yang kita hadirkan di daerah, supaya mereka tidak keluar daerah karena dampaknya nanti tidak ada petugas lagi untuk layani pasien,” tutur dokter Yan.
Kampus tersebut, kata dia, kerjasama Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura. “Tahun 2012 kami ambil kebijakan dan didukung oleh penjabat bupati, kami hadirkan kampus, buka program khusus Pemda Deiyai di Waghete. Sekarang mahasiswa sedang kuliah semester tiga. Selama satu bulan kemarin mereka sudah praktik klinik kebidanan dan keperawatan di RSUD Paniai,” ungkapnya.
Penarikan 72 mahasiswa peserta Praktik Klinik Keperawatan/Kebidanan (PKK) I yang berakhir hari Rabu (07/08) sore, dilakukan dalam upacara penutupan di halaman RSUD Paniai. Pada semester lalu, mereka juga mengikuti praktik laboratorium di RSUD Nabire.
Sedangkan penyediaan fasilitas kesehatan sudah dimulai sejak tahun anggaran 2010. Selain pengadaan alat-alat medis dan obat-obatan, juga pembangunan fisik berupa Puskesmas Perawatan, Puskesmas, Puksesmas Pembantu, Polindes, Posyandu, Dinkes Deiyai dibawah kepemimpinan Dokter Januarius Mote melengkapi fasilitas kesehatan, termasuk membangun gedung laboratorium, gedung administrasi, RSUD Persiapan, Kantor Dinas, perumahan dokter dan petugas medis.
Terobosan yang dilakukan itu dinilai sangat tepat. Tak hanya oleh para petugas lapangan, staf dinas dan komponen masyarakat pun melihat itu suatu kemajuan luar biasa di daerah yang baru dimekarkan dari Kabupaten Paniai pada tahun 2009 itu.
Salah satu mahasiswi Kebidanan pada Progsus Pemda Deiyai Poltekkes Kemenkes RI Jayapura, Martha Tatogo juga mengungkapkan hal yang sama. Kata dia, kebijakan dari Kepala Dinkes sekaligus Ketua Pengelola Kampus itu sangat membantu pengembangan keahlian para petugas kesehatan baik bidan maupun perawat. “Kami kuliah ini untuk menambah pengetahuan, dan ini sangat membantu kami dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata Martha Tatogo, petugas Puskesmas Tigi-Wakeitei.
Jumlah mahasiswa pada angkatan pertama adalah 72 orang, terdiri dari 45 orang perawat, dan 27 orang bidan. Mereka saat ini sudah semester tiga. Proses perkuliahannya dilangsungkan di salah satu gedung milik Puskesmas Tigi.
Sementara itu, faktor medan yang sulit untuk menjangkau dua distrik terjauh (Bouwobado, Kapiraya) dan beberapa kampung terpencil serta segala keterbatasan baik anggaran maupun tenaga medis, namun pelaksanaan pembangunan bidang Kesehatan di Kabupaten Deiyai selama tiga tahun ini dinilai berhasil. (Jubi/Ones Madai)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan dikomentarkan pendapatmu oleh siapa pun